Jumat, 19 Desember 2014

slalu sabar dan berdoa

awal kesuksesan itu harus susah awalnya tidak beleh menggeluh
     1. Bersyukur apa pun ujiannya
     2. selalu menyelesaikan kewajiban yang ada
     3.berdoa iktiar
                                                                                

makalah ikan kerapu macan




MAKALAH
Tingkah Laku Ikan Kerapu Macan

Oleh :
Moh Syarif H
NIM. 115080200111015



 FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014







BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ikan Kerapu (Epinephelus fuscoguttatus) umumnya dikenal dengan istilah " groupers" dan merupakan salah satu komoditas perikanan yang mempunyai peluang baik di pasar domestik maupun pasar internasional dan selain itu nilai jualnya yang cukup tinggi. Eksport ikan kerapu ( Epinephelus fuscoguttatus) melaju pesat, dari 19 ton pada tahun 1987 menjadi 57 ton pada tahun 1988 (Deptan, 1990). Ikan Kerapu ( Epinephelus fuscoguttatus) mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan untuk dibudidayakan karena pertumbuhannya cepat dan dapat diproduksi masal, untuk melayani permintaan pasar ikan kerapu dalam keadaan hidup.
Berkembangnya pasaran ikan kerapu hidup karena adanya perubahan selera konsumen dari ikan mati atau beku kepada ikan dalam keadaan hidup,telah mendorong masyarakat untuk memenuhi permintaan pasar ikan kerapu melalui usaha budidaya. ikan kerapu (Epinephelus fuscoguttatus) telah dilakukan dibeberapa tempat di Indonesia, namun dalam proses pengembangannya masih menemui kendala, karena keterbatasan benih. Selama ini para petani nelayan masih mengandalkan benih alam yang sifatnya musiman. Namun sejak tahun 1993 ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) sudah dapat dibenihkan. Balai Budidaya Laut Lampung sebagai unit Pelaksana tekhnik pembenihan ikan kerapu (Epinephelus fuscoguttatus), telah melakukan upaya untuk menghasilkan benih melalui pembenihan buatan manipulasi lingkungan dan penggunaan hormon.
 
1.2 Tujuan
•     Agar mahasiswa dapat mengetahui cara pembesaran ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) di tambak 
•        Mengetahui biologi dan fisiologi dari ikan kerapu macan yang meliputi sistem reproduksi , system pencernan.
•        Agar mahasiswa dapat mengetahui hambatan atau permasalahan dalam manajemen pembesaran ikan kerapu macan di tambak serta mengetahui cara mengatasi hambatanatau permasalahan yang terjadi di tambak




BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Klasifikasi Ikan Kerapu (Epinephelus fuscoguttatus)
Menurut Myers,et.al,(2005), menjelaskan bahwa kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) diklasifikasikan sebagai berikut :

             

Class               : Chondrichthyes
Sub class        : Ellasmobranchii
Ordo                : Percomorphi
Divisi               : Perciformes
Famili              : Serranidae
Genus             : Epinephelus
Species           : Epinepheus sp

Ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) atau sering jugadisebut Groouper dipasarkan dalam keadaan hidup. Golongan ikan kerapu yang paling banyak adalah golongan Epinepelus sp, namun yang paling banyak di kenal di budidayakan adalah jenis kerapu Lumpur (Epinephelus suillus) dan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus). Golongan Epinephelus memiliki tubuh yang lebih tinggi dari kerapu Lumpur (Epinephelus suillus), dengan bintik-bintik yang rapat dan berwarna gelap,sirip ikan kerapu macan berwarna kemerahan, sedangkan bagian sirip yanglain berwarna coklat kemerahan Sunyoto Dan Mustahal (2000).




2.2 Morfologi Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus)
Ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) mempunyai bentuk badan yang pipih memanjang dan agak membulat (Direktorat Jendral Sudirman Perikanan Deperteman Pertanian, 1979). Mulut lebar dan di dalamnya terdapat gigi kecil yang runcing (Kordi, 2001).
Direktorat Jendral Perikanan Depertemen Pertanian (1979), menjelaskan bahwa rahan bawah dan atas dilengkapi dengan gigi yang berderet 2 baris lancip dan kuat. Kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) mempunyai jari-jari sirip yang keras pada sirip punggung 11 buah, sirip dubur 3 buah, sirip dada 1 buah dan sirip perut 1 buah. Jari-jari sirip yang lemah pada sirip puggung terdapat 15-16 buah,sirip dubur 8 buah, sirip dada 17 buah dan sirip perut 5 buah. Kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) memiliki warna seperti sawo matang dengan tubuh bagian verikal agak putih. Pada permukaan tubuh terdapat 4-6 pitavertical berwarna gelap serta terdapat noda berwarna merah seperti warnasawo (Kordi 2001).
2.3 Habitat dan Penyebaran
Menurut Heamstra dan ramdall (1993, cit. Anonim 2001), ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) merupakan kelompok yang hidup didasar perairan berbatu dengan kedalaman 60 meter dan daerah dangkal yang mengandung koral. Selama siklus hidupnya memiliki habitat yang berbeda- beda pada setiap fasenya, ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) mampu hidup di daerah dengan kedalaman 0.5-3 meter pada area padang lamun, selanjutnya menginjak dewasa akan berpinda ke tempat yang lebih dalam lagi, dan perpindahan ikan berlansung pada pagi hari atau menjalan senja (Anonim, 2001).
Menurut Tampu Bolon dan Mulyadi (1989) cit.Anonim (2001) menjelaskan bahwa telur dan larva ikan kerapu macan bersifat pelagis sedangkan ikan kerapu muda hingga dewasa bersifat domersal. ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus). Bersifat nokturnal ,dimana pada siang hari lebih banyak bersembunyi pada liang-liang karang dan akan beraktifitas pada malam hari unuk mencari makanan.
Ikan kerapu macan ( Epinephelus fuscoguttatus) tersebar merata dari laut pasifik hingga ke laut merah tetapi lebih dikenal berasal dari teluk persi,Hawai, atau Pholynesia.Ikan kerapu macan terdapat hampir semua perairan pulau tropis Hindia dan samudra pasifik barat dari pantai timur Afrika sampai dengan Mozambika, selain itu juga ditemukan di Madagakar Dll.




2.4 Cara Makan dan Jenis Makanan
Ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) merupakan hewan karnifora yang memansa ikan-ikan kecil, kepiting, dan udang udangan,sedangkan larva merupakan memansa larva moluska. ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) bersifat karnifora dan cenderung menangkap / memansa yang aktif bergerak di dalam kolam air (Nybakken,1988 Cit. Anonim, 2001), ikan kerapu macan juga bersifat kanibal.Biasanya mulai terjadi saat larfa kerapu berumur 30 hari, dimana pada saat itu larva cenderung berkumpul di suatu tempat dengan kepadatan tinggi
Ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) mencari makan hingga menyergap mangsa dari tempat persembunyiannya (Anonim, 1991 cit.Anonim,2001). dengan cara makannya dengan memakang satu persatu makanan yang diberikan sebelum makan tersebut sampai ke dasar (Anonim,1996 ).
2.5 Siklus Reproduksi dan Perkembangan Gonad
Ikan kerapu macan ( Epinephelus fuscoguttatus) bersifat Hermaprodit Protogini, yaitu perubahan kelamin dari betina dan menjelang dewasa akan berubah menjadi jantan Sunyoto dan Mustahal (2000). ikan kerapu mulai suklus reproduksinya sebagai ikan betina, kemudian akan berubah menjadi ikan jantan yang berfungsi masa interseks dan masa terakhir masa jantan (Afenddy, 1997).
Ketika ikan kerapu masih muda ( juvenile ), gonadnya mempunyai daerah ovarium dan daerah testis. Jaringan ovari kemudian mengisih sebagian gonad dan setelah jaringan ovari berfungsi mampu menghasilkan telur, Kemudian akan terjadi transisi di mana testisnya akan membesar dan ovarinya mengurut. Ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) yang sudah tua umumnya ovarium sudah teroduksi sekali sehingga sebagian besar dari gonad terisi oleh jaringan lain. Fase produksi pada induk betina di capai pada panjang tubuh antara 45-50 cm dengan berat 3-10 kg dan umur kurang lebih 5 tahun, selanjutnya menjadi jantan yang matang gonad pada ukuran minimal 74 cm dengan berat kurang lebih 11 kg.






Keberadaan ikan gerut
            Gerut-gerut boleh diperolehi di kawasan air cetek sehingga kurang dari satu meter tetapi kebanyakannya bersaiz kecil. Gerut-gerut yang bersaiz besar 500 gram ke atas hanya boleh diperolehi di perairan yang dalam, lebih dari 10 meter. Gerut-gerut gemar kepada kawasan kuala sungai, pantai dan kawasan batu karang di persisiran pantai atau pulau.














BAB III
 KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
• ikan kerapu macan memiliki ciri – cirri morfologi yang khas dibandingkan ikan – ikan lainnya.
• Benih yang ditebar di hapa pedederan berasal dari Divisi Pembenihan di BBPBAP Jepara. Padat tebar untuk pembesaran 1000 ekor / petak dengan ukuran 10 m x 13 m x 0.8 m.
• Pakan yang diberikan pada ikan kerapu macan pada tambak  pembesaran merupakan ikan rucah dan diberikan secara (adlibitum)
• penyebaran ikan karapu macan sangat luas
• Hambatan yang dihadapi dalam pembesaran ikan kerapu macan yaitu pengadaan pakan yang berupa ikan rucah yang tidak kontinyu. Hal ini bisa diatasi dengan pemberian pakan berupa pelet.


5.2 Saran
• Selama pemeliharaan ikan kerapu di tambak sebaiknya pakan yang diberikan dikombinasikan dengan pelet karena pakan berupa ikan rucah bergantung pada musim.
• Penanganan ikan kerapu pada saat pemeliharaan harus dilakukan dengan hati-hati terutama pada saat sampling, pemindahan benih dan panen karena kecerobohan dapat menyebabkan kematian pada ikan kerapu yang dapat merugikan usaha pembesaran.







DAFTAR PUSTAKA

Subyakto, S. dan S. Cahyaningsih. 2003. Pembenihan Kerapu Skala Rumah Tangga. PT Agromedia Pustaka, Depok.
Direktorat Bina Pembenihan, Direktorat Jendral Perikanan, Departemen Pertanian, 1996, Pembenihan Ikan Kerapu Macan ( Epinephelus fuscoguttatus), Jakarta
Ir. Sudjiharno dkk, 2004, Proyek Pengembangan Perekayasaan Teknologi Balai Budidaya Laut Lampung.
Anonim 1991. Operasional Pembesaran Ikan Kerapu dalam Keramba JaringApung . Departemen Direktorat Perikanan Balai Bididaya Laut.Lampung.
Suyoto, P.; Mustahal.2002. Pembenihan Ikan Laut Ekonomis: Kerapu,Kakap,Beronang. Penebar Swadaya, Jakarta.
Saanin,H.1968. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Banatjipta. Bandung. 
Nybakken, W. 1988. Biologi laut, suatu pendekatan ekologi. Dalam: Anonim Pembesaran Ikan Kerapu Macan dan Kerapu Tikus di Keramba Jaring Apung. Departemen Pertanian, Direktorat Perikanan, Balai Laut .Lampung

 


makalah tingkah laku ikan

MAKALAH
TINGKAH LAKU IKAN
IKAN GEROT-GEROT (Pamadasys maculatus)




Disusun Oleh :

                                                                Nama    : MOH SYARIF H
                                                                Nim       : 115080200111015
                                                                Kelas     : Po4

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Ikan gerot-gerot (Pamadasys maculatus) adalah Jenis Ikan demersal Ekonomis penting di Indonesia. Ikan gerot-gerot memiliki nama umum yaitu Blotched grunt dan biasanya nama lokal yaitu : Ampas tebu, Gerut-Gerut, Kompele Mas, Bibir Tebal.
Indonesia yang beriklim tropis, termasuk perairan tropis, terkenal kaya dalam perbendaharaan jenis-jenis ikannya. Berdasarkan penelitian dan beberapa literatur diketahui tidak kurang dari 3.000 jenis ikan yang hidup di Indonesia. Dari 3.000 jenis tersebut sebanyak 2.700 jenis (90 %) hidup di perairan laut dan sisanya 300 jenis (10 %) hidup di perairan air tawar dan payau. Dari jumlah tersebut diatas tidak semua tergolong ikan ekonomis penting.
Pengertian ekonomis penting yang dimaksud adalah mempunyai nilai pasaran yang tinggi volume produksi macro yang tinggi dan luas, serta mempunyai daya produksi yang tinggi. Untuk dapat dipahami, bahwa ikan-ikan tersebut tidak hanya dimaksudkan jenis- jenis ikan yang memang mempunyai kwalitas baik dengan nilai harga yang baik pula, seperti ikan kakap, tenggiri, tongkol, tuna, cakalang, slengseng, kembung, bawal hitam, bawal putih, bambangan, kerapu, lencam, ekor kuning, beronang, Alu-alu, kuweh dan lain- lain. Akan tetapi juga jenis-jenis ikan yang kualitas rendah dengan harga murah namun disini secara macro daya produksinya tinggi, misalnya; teri, petek, kerong-kerong, gerot- gerot, gulamah, selar, japuh, tembang, sembulak, lemuru, layang, julung-julung, torani, kurisi, beloso, nomei, manyung, belanak, cucut, pari dan lain-Lain (Dirjen Perikanan 1979, Katiandagho Kumajas, 1989).



Sumberdaya Ikan Demersal Ikan demersal adalah jenis ikan yang habitatnya berada di bagian dasar perairan, dapat dikatakan juga bahwa ikan demersal adalah ikan yang tertangkap dengan alat tangkap ikan dasar seperti trawl dasar (bottom trawl), jaring insang dasar (bottom gillnet), rawai dasar (bottom long line), bubu dan lain sebagainya. Ciri utama sumberdaya Ikan Demersal antara lain memiliki aktifitas rendah, gerak ruaya yang tidak terlalu jauh dan membentuk gerombolan tidak terlalu besar, sehingga penyebarannya relatif merata dibandingkan dengan Ikan Pelagis.

1.2 Tujuan
·             Agar mahasiswa dapat mengetahui klasifikasi ikan gerot-gerot
               Mengetahui morfologi  ikan gerot-gerot
·                        Mengetahui Dimana habitat ikan gerot-gerot
·                        Mengetahui daerah penyebaran ikan gerot-gerot
·                        Mengetahui Alat Tangkap apa yang menangkap gerot-gerot secara efektif
·                        Agar mahasiswa dapat Mengetahui berenangnya ikan gerot atau aktifitasnya















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Klasifikasi ikan gerot-gerot  Pomadasys maculatus  
 Ikan gerot – gerot ( Pomadasys maculates ) menjelaskan bahwa diklasifikasikan sebagai berikut
Kingdom           : Animalia
Phylum              : Chordata
Subphylum        : Vertebrata
Class                  : Actinopterygii
Order                 : Perciformes
Family                : Haemulidae
Genus                : Pomadasys
Species               : Pomadasys maculatus

2.2 Morfologi Ikan gerut ( Pomadasys maculates )
Badan memanjang agak pipih (vertikal), tertutup sisik sampai bagain kepala. Sirip punggung pertama dan kedua menyatu. Tepi belakang tutup insang bagian depan bergerigi. Ciri khusus ikan Gerot-Gerot adalah mulut kecil tapi ditutupi oleh bibir yang sangat tebal (sesuai dengan salah satu nama lokal ikan ini). Sirip dada lebih panjang dan meruncing dibanding sirip perut. Genus yang umum di Indonesia termasuk Diagramma spp., Plectorhynchus spp., dan Pomadasys spp. Nama lokal: Ampas tebu, Gerut-Gerut, Kompele Mas, Bibir Tebal.

Bentuk tubuh ikan ini panjang dan pipih, dengan bagian atas tubuh berbentuk cembung apabila tampak samping. Mulut kecil dengan bibir agak tebal. Rahang atas mencapai ke bagian bawah batas mata. Sirip punggung memiliki 12 duri keras dan 13-15 jari-jari sirip lemah. Ikan Gerot gerot memiliki warna tubuh abu-abu keperakan, dengan 4-5 garis membujur berwarna abu-abu gelap yang putus- putus dan samar pada sisi-sisi tubuhnya. Tiga atau empat garis tersebut berada di atas garis lateral tubuh. Pada sirip punggung terdapat 2- 3 bans bercak berwarna coklat. Ikan ini dapat mencapai ukuran 80 cm, tapi umumnya antara 40-50 cm (FAO 1974).
.
2.3 Habitat
               ikan Gerot-Gerot lebih menyenangi wilayah pantai dengan terumbu karang yang masih baik. hidup di perairan pantai sampai kedalaman 40 m Beberapa jenis ada yang bermigrasi sampai ke muara sungai bahkan masuk sungai, namun sebagian besar berada di karang. Dia termasuk jenis ikan demersal yang soliter. Dia memijah dan telurnya bersifat melayang (pelagis). Jenis ikan ini sering ditemui oleh penyelam. Pada siang hari ikan ini sering bersembunyi di bawah terumbu karang dan aktif pada saat malam hari. Makanan utamanya adalah ikan dan makrofauna lainnya.
               Ikan Gerot gerot yang umum dijumpai di tambak selain Pomadasys hasta adalah Pomadasys maculatus. Biasanya dijumpai sebagai ikan-ikan liar di tambak dan termasuk hasil ikutan (rucah) dari produksi tambak (ADRIM et al. 1988). Makanan utama ikan ini adalah krustasea dan ikan-ikan kecil (FAO 1974). Dengan demikian gerot-gerot dapat dianggap sebagai hama bagi bandeng dan udang (ADRIM et al. 1988).

2.4 Daerah Penyebaran
Di beberapa daerah, ikan Gerot gerot dikenal pula dengan nama Krokot (Jawa), Towo ito (Madura), Garut (Balikpapan), dan di daerah Jakarta dikenal pula dengan nama ikan Kerot kerot atau Krekot (WEBER & BEAUFORT 1936). Habitat ikan ini adalah perairan pantai, sampai ke kedalaman 60 m (FAO 1974). Sedangkan penyebarannya di In-donesia meliputi Sumatera, Jawa, Madura, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Teluk Tomini, Selayar, Sumbawa, Pulau Obi, Pulau Buru, Seram, Ambon dan Waigeu (WEBER & BEAUFORT 1936).
Daerah penyebaran; terutama Laut Jawa, sepanjang pantai timur Sumatera, Kalimantan, Sulsel, Arafuru, ke utara meliputi Teluk Benggala, Teluk Siam, sepanjang Laut Cina Selatan, Philipinna, ke selatan sampai pantai utara Aus-tralia, ke barat sampai Afrika Timur
                                    .
2.5 ikan gerot beraktifitas berenang
Ikan Gerot-Gerot lebih menyenangi wilayah Pantai dengan Terumbu Karang yang masih baik (Plectorhinchus spp.). Beberapa jenis ada yang bermigrasi sampai ke Muara Sungai bahkan masuk Sungai (Pmadasys spp.), namun sebagian besar berada di karang. Dia termasuk jenis ikan demersal yang soliter. Dia memijah dan telurnya bersifat melayang (pelagis). Jenis ikan ini sering ditemui oleh penyelam. Pada siang hari dia bersembunyi dibawah Terumbu Karang dan aktif pada saat malam hari. Makanan utamanya adalah ikan dan makrofauna lainnya. Perikanan: Ikan ini terutama ditangkap dengan alat Pancing dan Muro Ami

2.6 Penangkapan menggunakan alat tangkap
 Ikan ini terutama ditangkap dengan alat Pancing dan Muro Ami. Kadang-kadang juga tertangkap dengan Jaring Insang Hanyut. Walaupun tidak begitu mahal, ikan ini juga termasuk jenis ikan ekonomis penting. Ukurannya bisa mencapai > 70 cm, namun sering tertangkap pada ukuran 45 cm.
Jenis alat tangkap yang diusahakan dalam skala kecil termasuk: Jaring Tarik, Bubu, Gill Net (termasuk Jaring Klitik), Pancing Tonda dan Bagan. Saat ini beberapa jenis Bagan juga sudah diusahakan secara komersial dan termasuk dalam skala menengah. Alat tangkap skala menengah termasuk: Bagan, Dogol, Payang dan Lampara. Sedangkan alat tangkap yang termasuk dalam skala usaha yang lebih besar adalah Purse Seine, Huhate (Pole and Line) dan modifikasi Trawl.
Alat tangkapan yang paling efektif dalam menangkap ikan gerot-gerot adalah dibuktikan dengan penelitian yang telah dilakukan menggunakan bubu bambu dan bubu jaring dengan perbedaan lama perendaman, diperoleh hasil tangkapan berupa: ikan kakap merah (Lutjanus sanguineus), ikan tambangan (Lutjanus johni), ikan gerot-gerot (Pomadasys sp.), ikan kerapu (Epinephelus tauvina), ikan gulamah (Seudociena sp.) dan ikan Gebel (Platax sp.) serta udang barong (Panulirus sp.). Komposisi jumlah (individu) dan bobot (gr) hasil tangkapan selamapenelitian pada bubu bambu, didominasi oleh species target (ikan kakap merah, tambangan dan gerot-gerot) yaitu sebesar 84% dan 91% Dari hasil tersebut jelas terlihat bahwa bubu bambu sangat selektif untuk menangkap ikan gerot-gerot, baik berdasarkan komposisi jumlah (individu) maupun bobot (gr). Demikian juga dengan komposisi jumlah (individu) dan bobot (gr) hasil tangkapan pada bubu jaring, didominasi oleh species target (ikan kakap merah, tambangan dan gerot-gerot) yaitu sebesar 90% atau 95%.
Selain itu, ikan-ikan hasil tangkapan bubu pada saat hauling masih dalam kondisi hidup, sehingga seleksi terhadap hasil tangkapan yang menjadi tujuan penangkapan dapat dilakukan, dan melakukan pelepasan kembali ikan-ikan yang belum layak tangkap atau dilindungi serta memberikan kesempatan untuk ikan-ikan yang belum layak tangkap tersebut menjadi dewasa, sehingga diharapkan penggunaan bubu di Mempawah Hilir dapat dikatakan sebagai salah satu alat penangkapan ikan yang berwawasan lingkungan (Martasuganda, 2003).

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Ø  Ikan gerot – gerot ( Pomadasys maculates ) menjelaskan bahwa diklasifikasikan sebagai berikut
Ø  Badan memanjang agak pipih (vertikal), tertutup sisik sampai bagain kepala. Sirip punggung pertama dan kedua menyatu. Tepi belakang tutup insang bagian depan bergerigi.
Ø  ikan Gerot-Gerot lebih menyenangi wilayah pantai dengan terumbu karang yang masih baik. hidup di perairan pantai sampai kedalaman 40 m Beberapa jenis ada yang bermigrasi sampai ke muara sungai bahkan masuk sungai, namun sebagian besar berada di karang.
Ø  Di beberapa daerah, ikan Gerot gerot dikenal pula dengan nama Krokot (Jawa), Towo ito (Madura), Garut (Balikpapan), dan di daerah Jakarta dikenal pula dengan nama ikan Kerot kerot atau Krekot (WEBER & BEAUFORT 1936).
Ø  Ikan Gerot-Gerot lebih menyenangi wilayah Pantai dengan Terumbu Karang yang masih baik (Plectorhinchus spp.).
Ø  Ikan ini terutama ditangkap dengan alat Pancing dan Muro Ami. Kadang-kadang juga tertangkap dengan Jaring Insang Hanyut.


5.2 Saran
·         Saya berharap tugas makalah tingkah laku ikan dari pembagian judul ikan kalau bisa yang pasifik atau yang sudah dikenal, karena ikan tersebut datanya tidak falid seperti ikan lain. Alahamdllah judul ikan saya yang bernama ikan gerot - gerot bisa saya selesaikan makalahnya tetapi data ikan gerot spesiesnya hamper sama dengan ikan kerapu dan lain

DAFTAR PUSTAKA

DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN, DEPARTEMEN PERTANIAN. 1976. Buku Pedoman Pengenalan Sumber Perikanan Laut. Bagian I (Jenis-jenis ikan ekonomis penting): 170 pp.
DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN, DEPARTEMEN PERTANIAN. 1994. Ikan-ikan ekonomis penting di Indonesia (Gambar). Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian.
FISHER, W. & P. J. P. WHITEHEAD. 1974. Eastern Indian Ocean and Western Central Pacific, Vol. I, Rome.
KATIANDAGHO dan KUMAJAS, 1989. Metode Penangkapan Ikan. Fakultas Perikanan Universitas Sam Ratulangi.
MUNRO, I.S.R. 1955. The Marine and fresh water fishes of ceylon. Department of external affairs, Camberra: 351 pp.
MUNRO, I.S.R. 1976. Fishes of New Guinea. Depatment of Agriculture, Stock and Fisheries, Port Moresby, New Guinea: 651 pp.
SAMPEKALO, J. dan HARIKEDUA, J. 1982. Inventarisasi Nama Lokal dan jenis-jenis Ikan Laut yang ekonomis penting di Sulawesi Utara. Fakultas Perikanan UNSRAT.
SUSILOWATI, BUDIHARJO dan MANDIYANTO. 1994. Ragam Kegiatan Usaha Perikanan. Jurnal. Fakultas Perikanan UNSRAT.
SMITH, J. L. B. 1950. The Sea Fishes of Southern Afrika : 451 pp.
WEBER, M and L.F. DE BEAUFORT. 1929. The fishes of the Indo-Australia Archipelogo, Leiden, E.J. Brill 4 : 410 pp.