Jumat, 19 Desember 2014

makalah ikan kerapu macan




MAKALAH
Tingkah Laku Ikan Kerapu Macan

Oleh :
Moh Syarif H
NIM. 115080200111015



 FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014







BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ikan Kerapu (Epinephelus fuscoguttatus) umumnya dikenal dengan istilah " groupers" dan merupakan salah satu komoditas perikanan yang mempunyai peluang baik di pasar domestik maupun pasar internasional dan selain itu nilai jualnya yang cukup tinggi. Eksport ikan kerapu ( Epinephelus fuscoguttatus) melaju pesat, dari 19 ton pada tahun 1987 menjadi 57 ton pada tahun 1988 (Deptan, 1990). Ikan Kerapu ( Epinephelus fuscoguttatus) mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan untuk dibudidayakan karena pertumbuhannya cepat dan dapat diproduksi masal, untuk melayani permintaan pasar ikan kerapu dalam keadaan hidup.
Berkembangnya pasaran ikan kerapu hidup karena adanya perubahan selera konsumen dari ikan mati atau beku kepada ikan dalam keadaan hidup,telah mendorong masyarakat untuk memenuhi permintaan pasar ikan kerapu melalui usaha budidaya. ikan kerapu (Epinephelus fuscoguttatus) telah dilakukan dibeberapa tempat di Indonesia, namun dalam proses pengembangannya masih menemui kendala, karena keterbatasan benih. Selama ini para petani nelayan masih mengandalkan benih alam yang sifatnya musiman. Namun sejak tahun 1993 ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) sudah dapat dibenihkan. Balai Budidaya Laut Lampung sebagai unit Pelaksana tekhnik pembenihan ikan kerapu (Epinephelus fuscoguttatus), telah melakukan upaya untuk menghasilkan benih melalui pembenihan buatan manipulasi lingkungan dan penggunaan hormon.
 
1.2 Tujuan
     Agar mahasiswa dapat mengetahui cara pembesaran ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) di tambak 
        Mengetahui biologi dan fisiologi dari ikan kerapu macan yang meliputi sistem reproduksi , system pencernan.
        Agar mahasiswa dapat mengetahui hambatan atau permasalahan dalam manajemen pembesaran ikan kerapu macan di tambak serta mengetahui cara mengatasi hambatanatau permasalahan yang terjadi di tambak




BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Klasifikasi Ikan Kerapu (Epinephelus fuscoguttatus)
Menurut Myers,et.al,(2005), menjelaskan bahwa kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) diklasifikasikan sebagai berikut :

             

Class               : Chondrichthyes
Sub class        : Ellasmobranchii
Ordo                : Percomorphi
Divisi               : Perciformes
Famili              : Serranidae
Genus             : Epinephelus
Species           : Epinepheus sp

Ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) atau sering jugadisebut Groouper dipasarkan dalam keadaan hidup. Golongan ikan kerapu yang paling banyak adalah golongan Epinepelus sp, namun yang paling banyak di kenal di budidayakan adalah jenis kerapu Lumpur (Epinephelus suillus) dan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus). Golongan Epinephelus memiliki tubuh yang lebih tinggi dari kerapu Lumpur (Epinephelus suillus), dengan bintik-bintik yang rapat dan berwarna gelap,sirip ikan kerapu macan berwarna kemerahan, sedangkan bagian sirip yanglain berwarna coklat kemerahan Sunyoto Dan Mustahal (2000).




2.2 Morfologi Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus)
Ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) mempunyai bentuk badan yang pipih memanjang dan agak membulat (Direktorat Jendral Sudirman Perikanan Deperteman Pertanian, 1979). Mulut lebar dan di dalamnya terdapat gigi kecil yang runcing (Kordi, 2001).
Direktorat Jendral Perikanan Depertemen Pertanian (1979), menjelaskan bahwa rahan bawah dan atas dilengkapi dengan gigi yang berderet 2 baris lancip dan kuat. Kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) mempunyai jari-jari sirip yang keras pada sirip punggung 11 buah, sirip dubur 3 buah, sirip dada 1 buah dan sirip perut 1 buah. Jari-jari sirip yang lemah pada sirip puggung terdapat 15-16 buah,sirip dubur 8 buah, sirip dada 17 buah dan sirip perut 5 buah. Kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) memiliki warna seperti sawo matang dengan tubuh bagian verikal agak putih. Pada permukaan tubuh terdapat 4-6 pitavertical berwarna gelap serta terdapat noda berwarna merah seperti warnasawo (Kordi 2001).
2.3 Habitat dan Penyebaran
Menurut Heamstra dan ramdall (1993, cit. Anonim 2001), ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) merupakan kelompok yang hidup didasar perairan berbatu dengan kedalaman 60 meter dan daerah dangkal yang mengandung koral. Selama siklus hidupnya memiliki habitat yang berbeda- beda pada setiap fasenya, ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) mampu hidup di daerah dengan kedalaman 0.5-3 meter pada area padang lamun, selanjutnya menginjak dewasa akan berpinda ke tempat yang lebih dalam lagi, dan perpindahan ikan berlansung pada pagi hari atau menjalan senja (Anonim, 2001).
Menurut Tampu Bolon dan Mulyadi (1989) cit.Anonim (2001) menjelaskan bahwa telur dan larva ikan kerapu macan bersifat pelagis sedangkan ikan kerapu muda hingga dewasa bersifat domersal. ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus). Bersifat nokturnal ,dimana pada siang hari lebih banyak bersembunyi pada liang-liang karang dan akan beraktifitas pada malam hari unuk mencari makanan.
Ikan kerapu macan ( Epinephelus fuscoguttatus) tersebar merata dari laut pasifik hingga ke laut merah tetapi lebih dikenal berasal dari teluk persi,Hawai, atau Pholynesia.Ikan kerapu macan terdapat hampir semua perairan pulau tropis Hindia dan samudra pasifik barat dari pantai timur Afrika sampai dengan Mozambika, selain itu juga ditemukan di Madagakar Dll.




2.4 Cara Makan dan Jenis Makanan
Ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) merupakan hewan karnifora yang memansa ikan-ikan kecil, kepiting, dan udang udangan,sedangkan larva merupakan memansa larva moluska. ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) bersifat karnifora dan cenderung menangkap / memansa yang aktif bergerak di dalam kolam air (Nybakken,1988 Cit. Anonim, 2001), ikan kerapu macan juga bersifat kanibal.Biasanya mulai terjadi saat larfa kerapu berumur 30 hari, dimana pada saat itu larva cenderung berkumpul di suatu tempat dengan kepadatan tinggi
Ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) mencari makan hingga menyergap mangsa dari tempat persembunyiannya (Anonim, 1991 cit.Anonim,2001). dengan cara makannya dengan memakang satu persatu makanan yang diberikan sebelum makan tersebut sampai ke dasar (Anonim,1996 ).
2.5 Siklus Reproduksi dan Perkembangan Gonad
Ikan kerapu macan ( Epinephelus fuscoguttatus) bersifat Hermaprodit Protogini, yaitu perubahan kelamin dari betina dan menjelang dewasa akan berubah menjadi jantan Sunyoto dan Mustahal (2000). ikan kerapu mulai suklus reproduksinya sebagai ikan betina, kemudian akan berubah menjadi ikan jantan yang berfungsi masa interseks dan masa terakhir masa jantan (Afenddy, 1997).
Ketika ikan kerapu masih muda ( juvenile ), gonadnya mempunyai daerah ovarium dan daerah testis. Jaringan ovari kemudian mengisih sebagian gonad dan setelah jaringan ovari berfungsi mampu menghasilkan telur, Kemudian akan terjadi transisi di mana testisnya akan membesar dan ovarinya mengurut. Ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) yang sudah tua umumnya ovarium sudah teroduksi sekali sehingga sebagian besar dari gonad terisi oleh jaringan lain. Fase produksi pada induk betina di capai pada panjang tubuh antara 45-50 cm dengan berat 3-10 kg dan umur kurang lebih 5 tahun, selanjutnya menjadi jantan yang matang gonad pada ukuran minimal 74 cm dengan berat kurang lebih 11 kg.






Keberadaan ikan gerut
            Gerut-gerut boleh diperolehi di kawasan air cetek sehingga kurang dari satu meter tetapi kebanyakannya bersaiz kecil. Gerut-gerut yang bersaiz besar 500 gram ke atas hanya boleh diperolehi di perairan yang dalam, lebih dari 10 meter. Gerut-gerut gemar kepada kawasan kuala sungai, pantai dan kawasan batu karang di persisiran pantai atau pulau.














BAB III
 KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
• ikan kerapu macan memiliki ciri – cirri morfologi yang khas dibandingkan ikan – ikan lainnya.
• Benih yang ditebar di hapa pedederan berasal dari Divisi Pembenihan di BBPBAP Jepara. Padat tebar untuk pembesaran 1000 ekor / petak dengan ukuran 10 m x 13 m x 0.8 m.
• Pakan yang diberikan pada ikan kerapu macan pada tambak  pembesaran merupakan ikan rucah dan diberikan secara (adlibitum)
• penyebaran ikan karapu macan sangat luas
• Hambatan yang dihadapi dalam pembesaran ikan kerapu macan yaitu pengadaan pakan yang berupa ikan rucah yang tidak kontinyu. Hal ini bisa diatasi dengan pemberian pakan berupa pelet.


5.2 Saran
• Selama pemeliharaan ikan kerapu di tambak sebaiknya pakan yang diberikan dikombinasikan dengan pelet karena pakan berupa ikan rucah bergantung pada musim.
• Penanganan ikan kerapu pada saat pemeliharaan harus dilakukan dengan hati-hati terutama pada saat sampling, pemindahan benih dan panen karena kecerobohan dapat menyebabkan kematian pada ikan kerapu yang dapat merugikan usaha pembesaran.







DAFTAR PUSTAKA

Subyakto, S. dan S. Cahyaningsih. 2003. Pembenihan Kerapu Skala Rumah Tangga. PT Agromedia Pustaka, Depok.
Direktorat Bina Pembenihan, Direktorat Jendral Perikanan, Departemen Pertanian, 1996, Pembenihan Ikan Kerapu Macan ( Epinephelus fuscoguttatus), Jakarta
Ir. Sudjiharno dkk, 2004, Proyek Pengembangan Perekayasaan Teknologi Balai Budidaya Laut Lampung.
Anonim 1991. Operasional Pembesaran Ikan Kerapu dalam Keramba JaringApung . Departemen Direktorat Perikanan Balai Bididaya Laut.Lampung.
Suyoto, P.; Mustahal.2002. Pembenihan Ikan Laut Ekonomis: Kerapu,Kakap,Beronang. Penebar Swadaya, Jakarta.
Saanin,H.1968. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Banatjipta. Bandung. 
Nybakken, W. 1988. Biologi laut, suatu pendekatan ekologi. Dalam: Anonim Pembesaran Ikan Kerapu Macan dan Kerapu Tikus di Keramba Jaring Apung. Departemen Pertanian, Direktorat Perikanan, Balai Laut .Lampung

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar